SEDULUR PAPAT (kumpulan tweet dari Sufi @candramalik)
Tanggal: 5 Agustus 2012Follow Him on: @candramalik
His Official Website: www.candramalik.com
- Dalam Piwulangan Jawa, empat nafsu itu disebut Sedulur Papat atau Saudara Empat. Nafsu dipahami sebagai anasir atau elemen jiwa.
- Sedulur Papat, Kalima Pancer. Saudara Empat, Yang Kelima adalah Porosnya. Nah, porosnya adalah Jiwa. Yang empat itu pusarannya.
- Empat Nafsu/Anasir/Elemen Jiwa/Sedulur Papat terdiri dari Kebaikan, Kesenangan, Kemurkaan, Ketamakan mengacu pada empat penjuru.
- Nafsu Kebaikan [Muthmainnah] berkedudukan di penjuru timur, dalam diri manusia menjelma nafas, di semesta berwujud angin.
- Nafsu Kesenangan [Supiah] berkedudukan di penjuru selatan, dalam diri manusia menjelma tulang sumsum, di semesta berwujud air.
- Nafsu Kemurkaan [Amarah] berkedudukan di penjuru barat, dalam diri manusia menjelma darah, di semesta berwujud api.
- Nafsu Ketamakan [Lawwamah] berkedudukan di penjuru utara, dalam diri manusia menjelma kulit-daging, di semesta berwujud tanah.
- Empat anasir/Sedulur Papat uga mewujud dalam esensi warna, yaitu Putih, Kuning, Merah, Hitam. Pancer/Poros dilambangkan Hijau.
- Pancer/Poros/Jiwa dilambangkan Evergreen karena Everlasting. Disimbolkan sbg Hamba Allah yang Dia Hidupkan sepanjang masa: Khidr.
- Poros/Pancer inilah pengendali sesungguhnya dari Sedulur Papat. Menentukan keempatnya berpusar searah atau melawan-arah jarum jam
- Jika berpusar searah jarum jam, Manusia menyongsong Kematian. Jika berpusar melawan arah jarum jam, menyongsong Keberpulangan.
- Dari keempat anasir itu, yang pertama dan utama wajib ditaklukkan adalah Muthmainnah/Nafsu Kebaikan. Taklukkan nafasmu sendiri.
- Suluk menaklukkan Muthmainnah adalah Suluk Kanjeng Sunan Kalijaga,”Golekono susuhing angin. Carilah di mana angin bersarang.”
- Di manakah angin bersarang? Di Nafas yang tenang. Suluk menaklukkan Muthmainnah adalah dengan mengatur nafas setenang-tenangnya.
- Pada Nafas tenang, tidak terjadi kepanikan, ketakutan, kegelisahan, kekhawatiran, pun tidak kesedihan. Nafas tenang, Jiwa tenang.
- Napas, Anpas, Tanapas, Nupus. Ambil nafas dari hidung kiri, tahan di paru kiri, salurkan paru kanan, buang dari hidung kanan.
- Napas, Anpas, Tanapas, Nupus ini Suluk Nafas Kanjeng Sunan Kalijaga. Untuk awam, diringkas menjadi Napas, Nupus. Tarik, embus
- Awam tidak dituntut menyempurnakan Suluk Nafas sesuai aturan Napas, Anpas, Tanapas, Nupus. Cukup Napas, Nupus. Tanpa menahan.
- Menahan nafas disebut Megeng. Yang khas Kalijaga, menahan nafas ini dilakukan tanpa ambil nafas terlebih dulu. Langsung megeng.
- Megeng adalah dengan menutup dua lubang hidup tanpa media. Seketika berhenti bernafas. Lidah menempel cethak/langit-langit.
- Dalam Napas, Nupus ini, Kanjeng Sunan Kalijaga mengajarkan Shalat Dhaim atau shalat terus-menerus. Caranya, dengan Dzikir Nafas.
- Aqimis-shalaata li dz-dzikr. Dirikanlah Shalat untuk Dzikr. Eling lan waspada. Dzikir Nafas adalah tarik “Hu”, embus “Allah”.
- Tarik “hu”, embus “Allah”, dalam Dzikir Nafas atau Napas-Nupus ini dilakoni 24 jam sepanjang masa selama hidup seorang Sufi.
- Getaran Dzikir Nafas “Hu-Allah” ini sampai ke Hati. Dicirikan dalam Qur’an,”Disebut nama Allah, orang beriman bergetar hatinya.”
- Disebut nama selain Allah, hati orang beriman tidak bergetar. Flat, datar, mati. Yg menggetarkan/menghidupkan adalah “Hu-Allah”.
- Hadits Qudsi,”andai hari ini Kiamat, ditunda 40 tahun jika nama Allah sekali disebut.” Bernafas saja, Sufi telah berbuat baik.
- Dengan mengatur nafas, Manusia mencapai Jiwa yang Tenang. Jiwa golongan inilah yang Didaulat Allah untuk saling rela denganNya.
- "Ya ayyatuha ‘n-Nafsu ‘l-Muthmainnah, irji’i ilaa raadhiyatan-mardhiyyah." Jiwa yang tenang, datang dalam keadaan ridha-diridhai.
- Jiwa yang tenang yang terpanggil dan terpilih, mencapai kedudukan Insan Kamil atau Paripurna. Tak lagi mengalami takut dan sedih.
- Cukup dengan mengendalikan dan mengatur nafas saja, seorang Manusia dapat menjalani Suluk Sufi dan mencapai Kesejatian Hidup.
- Pesan moral seri-twit barusan: jika sekilas melihat seorang Sufi kok nganggur, lihat lagi. Siapa tahu dia sibuk dzikir! Hehehe :p
Salam
@tabibqiu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar